WASPADA KLB CAMPAK; PUSKESMAS JATIBARU GENCARKAN ORI

Puskesmas Jatibaru secara resmi meluncurkan program Outbreak Response Immunization (ORI) sejak 5 Maret 2026. Langkah cepat ini merupakan upaya darurat untuk memutus rantai penularan di tengah masyarakat.

Hingga 12 Maret 2026, tercatat sebanyak 114 jiwa suspek campak di wilayah kerja Puskesmas Jatibaru. Untuk membendung penyebaran virus, tim imunisasi kini mengejar target real sebanyak 1.436 anak usia 9 bulan hingga 59 bulan untuk segera mendapatkan imunisasi tambahan.

Campak bukanlah demam biasa. Penyakit yang disebabkan oleh virus Morbillivirus ini sangat mudah menular melalui percikan ludah (droplet) saat penderita batuk atau bersin. Jika tidak segera ditangani, campak dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga risiko kematian, terutama pada anak dengan imun rendah.

Kenapa anak Anda harus mengikuti ORI?

  1. Memutus Penularan, ORI adalah langkah tercepat untuk menghentikan wabah di sebuah wilayah.
  2. Perlindungan Ganda, Dosis tambahan ini tetap diperlukan dan aman bagi anak, meskipun sebelumnya sudah pernah mendapatkan vaksin MR.
  3. Efek Samping Ringan, Orang tua tidak perlu khawatir, karena efek samping umumnya hanya berupa demam ringan atau kemerahan di area suntikan yang bersifat sementara.

Koordinator Imunisasi Puskesmas Jatibaru, Ns. Ida Kusumawati, S. Kep., mengakui bahwa tantangan terbesar di lapangan adalah masih adanya orang tua yang kurang antusias bahkan menolak. Beliau menekankan bahwa kesadaran orang tua adalah kunci keselamatan anak.

"Campak bukan sekadar demam, dampaknya bisa berakibat fatal. Kami mengimbau seluruh orang tua di wilayah Jatibaru untuk memahami bahwa imunisasi ini adalah benteng pertahanan bagi generasi kita," ujar Ns. Ida.

Bagi warga Jatibaru yang memiliki balita usia 9 bulan hingga 59 bulan, segera bawa putra-putri Anda ke:

  1. Posyandu terdekat di lingkungan masing-masing, atau
  2. Puskesmas Jatibaru secara langsung.

Layanan ini diberikan secara GRATIS sebagai bagian dari tanggung jawab kesehatan bersama dalam menghadapi wabah.